hepatitis akut - buatsurat - Cara Mencegah Hepatitis Akut Misterius: Pemicu dan Vaksin Hepatitis

Cara Mencegah Hepatitis Akut Misterius: Pemicu dan Vaksin Hepatitis

Table of Contents

Tidak setelah Covid-19 melanda, kini muncul penyakit hepatitis akut misterius yang banyak menimpa anak-anak.

Dikatakan misterius, dan tidak jelas untuk artikel ini apa sebenarnya penyebabnya. Berbeda dengan hepatitis pada umumnya, yang biasanya disebabkan oleh virus hepatitis A, B, C, D atau E.

Di Indonesia, 3 anak di DKI Jakarta diduga meninggal akibat penyakit baru tersebut. Selain itu, ada ratusan kasus lain yang saat ini berstatus suspek atau suspek hepatitis misterius.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan melalui laman Sehat Negeriku bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan melalui pemeriksaan tim virus secara lengkap dan penyelidikan epidemiologis untuk mengetahui asal mula penyakit tersebut.

Meski belum terbukti, Guru Besar Konsultan Gastro-Hepatologi Dokter Anak RSCM FK UI. PhD. PhD. Hanifah Oswari, Sp.A, mengatakan kecurigaan awal hepatitis misterius itu disebabkan oleh adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV, dan lainnya.

Virus ini terutama menyerang saluran pencernaan dan saluran pernapasan manusia.

pencegahan

Profesor Hanifah mengatakan ada banyak hal yang bisa dilakukan sebagai tindakan pencegahan, salah satunya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

“Untuk mencegah saluran pencernaan, jaga kebersihan, cuci tangan pakai sabun, pastikan makanan atau minuman yang dimakan sudah matang, jangan menggunakan peralatan makan dengan orang lain, dan hindari kontak dengan anak kita yang sedang sakit agar kita tetap sehat,” dia berkata.

Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, mengatakan hal yang sama saat dihubungi buatsurat.com, Jumat (5 Juni 2022).

Untuk mencegah hepatitis misterius ini, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 juga diterapkan dengan baik.

“Higiene dan sanitasi pribadi, sering mencuci tangan, tidak bertukar atau berbagi peralatan, tetap memakai masker, dan berusaha menghindari keramaian,” jelas Nadia.

Hal lain yang juga ditekankan Nadia adalah anak-anak divaksinasi terhadap vaksin hepatitis yang sudah ada. pentingnya.

“Segera selesaikan vaksinasi hepatitis, meski kita tidak tahu seberapa baik kerjanya melawan hepatitis baru,” jelas Nadia.

Saat ini tersedia Hepatitis A dan Hepatitis B, dan vaksinnya diberikan kepada bayi dan anak-anak dengan jadwal yang berbeda.

Misalnya, vaksin hepatitis B pertama harus diberikan dalam waktu maksimal 12 jam setelah lahir. Dosis selanjutnya juga akan diberikan saat bayi berusia 2, 9, dan 15 bulan.

Vaksin hepatitis A diberikan kepada anak-anak berusia 1 tahun atau lebih.

Gejala dan Pengobatan

Secara umum, ada banyak gejala awal hepatitis akut, kata Profesor Hanifah.

Gejala awal termasuk mual, muntah, sakit perut, diare, dan terkadang demam ringan.

Selain itu, gejalanya bisa menjadi lebih parah dan bermanifestasi sebagai urin kental, seperti teh, dan tinja berwarna putih pucat.

Jika anak mengalami gejala tersebut, sebaiknya orang tua segera membawanya ke dokter atau layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan bantuan dan diagnosis dini.

“Bawa anak kita ke fasilitas kesehatan terdekat dan cari bantuan dari petugas kesehatan. Jangan menunggu gejalanya bertambah parah, karena jika gejalanya parah, kita kehilangan motivasi untuk bisa membantu lebih cepat. Juga, jika ada penurunan dalam kesadaran, Maka peluang untuk menyelamatkannya tipis,” kata Profesor Hanifah.

Check Also

7 cara mengatasi hidung tersumbat - buatsurat - 7 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat

7 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat

Hidung tersumbat merupakan salah satu gejala yang bisa ditemukan pada pasien Covid-19 varian Omicron. Berikut …

Leave a Reply

Your email address will not be published.