- buatsurat - Seorang Nabi Yang Membuat Perahu Besar Adalah

Seorang Nabi Yang Membuat Perahu Besar Adalah

Kapal Nuh mampu menampung makhluk-makhluk yang selamat dari Banjir Besar.

Nabi Nuh adalah salah satu Nabi dalam komunitas Urul Azmi, yaitu orang-orang yang memiliki kesabaran dan ketekunan yang luar biasa dalam menjalankan tugasnya untuk menyeru Allah. Nama asli Nuh adalah Abdul Jaafar atau Yasikur, putra Ramiq bin Mata Saleh bin Idris.

Kisah populer Nuh adalah kisahnya membangun bahtera, atau kapal besar, yang dapat menampung makhluk hidup untuk bertahan dari Banjir Besar. Bahkan bangkai kapal tetap menjadi misteri, dan sejarawan serta ahli terus mempelajarinya.

Meski sebagian besar umatnya mati dalam kemaksiatan, perjuangan dan usaha Nuh dalam berdakwah juga patut menjadi teladan. Nuh juga disebut sebagai bapak umat manusia setelah Adam. Karena banjir besar, hanya keturunan Nuh yang tersisa di perahu.

Kisah Nabi Nuh berdakwah.

Nabi Nuh diutus oleh Tuhan kepada para penyembah berhala. Selama bertahun-tahun, orang-orang ini telah menghormati berhala atas nama Vada, Suva, Yaok, Nasr dan Yaghat. Setelah menerima wahyu dari Allah, Nuh mulai menyeru umatnya untuk meninggalkan berhala dan menyembah Allah, seperti dalam ayat 59 Al-Qur’an:

“Sesungguhnya kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya dan berkata: Hai umatku, sembahlah Allah, bagimu tidak ada Tuhan selain Dia. Sungguh (jika kamu tidak menyembah Allah), aku khawatir kamu akan disiksa pada hari yang besar (Kiamat) …”

Meski berulang kali ditolak, Nuh terus berdakwah. Dia menggunakan berbagai taktik untuk meyakinkan rakyatnya. Mulailah dengan berdoa dengan lembut, sembunyi-sembunyi, di depan umum, siang dan malam. Sebagian dari mereka juga beriman dan menjadi pengikut Nabi Nuh, namun sebagian lagi masih tidak beriman, sebagaimana dinyatakan dalam ayat 5-9 Al-Qur’an Nuh:

Nuh berkata: “Ya Tuhanku, aku memanggil umatku siang dan malam. Maka seruanku hanyalah untuk meningkatkan pelarian mereka (menjauh dari kebenaran). Bahkan, setiap kali aku menyeru mereka (percaya) bahwa kamu memaafkan mereka, mereka meletakkan jari-jari mereka di jari-jari mereka, mereka meletakkan jari-jari mereka di telinga mereka, mereka menutupi pakaian mereka (wajahnya), mereka masih (mengingkari) dan sangat sombong. Kemudian saya memanggil mereka (iman) di depan umum. Kemudian saya sungguh (panggil) mereka (lagi) secara terbuka dan diam-diam.”

Perintah untuk membuat bahtera dan azab Air Bah.

Menghadapi orang-orang yang tidak patuh seperti itu, Nabi Nuh berdoa kepada Allah dan meminta bantuan, seperti dalam ayat 10 dari Qumar Quran:

Maka dia (Nabi Nuh) berdoa kepada Robb-nya: ‘Sesungguhnya diriku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku).

Kemudian dalam ayat 26 Al-Qur’an:

(Nabi Nuh) berkata: Wahai Robb-ku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.”

Allah pun menjawab doa Nuh dan memerintahkannya untuk membangun bahtera atau kapal besar. Allah berkata:

Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku perihal orang-orang yang zalim itu. Sesungguhnya mereka nanti akan ditenggelamkan.” (QS. Hud: 37)

Ketika Nuh mulai membangun bahtera, kaumnya terus mengejeknya, seperti dalam ayat 38 Al-Qur’an:

Dan mulailah Nabi Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nabi Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nabi Nuh, jika kalian mengejek kami maka sesungguhnya kami pun nanti akan mengejek kalian sebagaimana kalian mengejek kami.

Setelah bahtera dibangun, Tuhan menurunkan hujan lebat dan membanjiri bumi. Nabi Nuh dan para pengikutnya yang setia aman dan sehat di atas kapal. Pada saat yang sama, semua orang yang tidak taat dan menolak panggilan Nuh ditenggelamkan.

Istri Nuh dan anak Kanan tidak taat.

Nuh berulang kali menasihati keluarganya bahwa hanya Allah yang layak disembah. Ketiga anaknya, bernama Yafith, Sam dan Ham, menerima khotbah ayahnya. Namun, istri Nuh dan putra tertua Kanan tidak mematuhi perintahnya dan terus menyembah berhala. Keduanya juga berkumpul dengan orang-orang kafir yang memusuhi Nuh.

Al-Qur’an juga mencatat ketidaktaatan nabi Nuh dan putranya Kanan. Nuh tetap mengajak anaknya naik perahu saat banjir membanjiri bumi, tapi Kaan memilih mendaki gunung daripada mendengarkan ayahnya.

Sebagaimana dalam surah Hud ayat 42-43:

Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil:Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang kafir. Anaknya menjawab: Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah. Nuh berkata: Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah Yang Maha Penyayang. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditelenggelamkan.

Bentuk Bahtera Nuh dan misteri keberadaannya.

Salah satu keajaiban Nuh adalah kemampuan untuk membangun bahtera besar yang akan menyelamatkan makhluk hidup dari banjir. Menurut beberapa akun, Bahtera Nuh terbuat dari kayu jati solid. Selain itu, Ibnu Abbas menjelaskan bahwa panjang bahtera adalah 1.200 hasta atau sekitar 550 meter. Dan lebarnya sekitar 600 hasta atau 275 meter.

Bahtera itu dibagi menjadi tiga lapisan, lapisan pertama adalah binatang, lapisan kedua adalah orang-orang Nuh, dan lapisan ketiga adalah burung. Atapnya dilapisi dengan kayu sehingga semua penumpang dapat tetap aman bahkan jika terjadi banjir besar. Dikatakan bahwa Nuh menyelesaikan bahtera dalam 40 tahun.

Hingga saat ini, masih banyak peneliti dan sejarawan yang berusaha mengungkap keberadaan atau sekedar puing-puing Bahtera Nuh. Beberapa percaya Tabut itu berada di pegunungan Turki. Bahkan ada yang membuat replika Bahtera Nuh dan dibuat film.

 

Check Also

Surat Permohonan Kerja ‪‬dan contohnya  - Surat Permohonan Kerja       dan contohnya - contoh Surat Permohonan Kerja

contoh Surat Permohonan Kerja

Surat Permohonan Kerja – Setelah lulus sekolah atau kuliah, maka selain memilih untuk melanjutkan ke pendidikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.